Tentang DNS


Domain Name System.

Pengertian umum dari DNS atau Domain Name Server, adalah : DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

— id.wikipedia.com

Baca lebih lanjut

Iklan

BGP (Border Gateway Protocol)


Border Gateway Protocol (BGP) adalah sebuah sistem antar autonomous routing protocol. Sistem autonomous adalah sebuah jaringan atau kelompok jaringan di bawah administrasi umum dan dengan kebijakan routing umum. BGP digunakan untuk pertukaran informasi routing untuk Internet dan merupakan protokol yang digunakan antar penyedia layanan Internet (ISP). Pelanggan jaringan, seperti perguruan tinggi dan perusahaan, biasanya menggunakan sebuah Interior Gateway Protocol (IGP) seperti RIP atau OSPF untuk pertukaran informasi routing dalam jaringan mereka. Pelanggan menyambung ke ISP, dan ISP menggunakan BGP untuk bertukar pelanggan dan rute ISP . Ketika BGP digunakan antar Autonom System (AS), protokol ini disebut sebagai External BGP (EBGP). Jika penyedia layanan menggunakan BGP untuk bertukar rute dalam suatu AS, maka protokol disebut sebagai Interior BGP (IBGP). Gambar 39-1 mengilustrasikan perbedaan ini. Baca lebih lanjut

RIP (Routing Information Protocol)


Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah routing protocol jenis distance-vector, dimana RIP mengirimkan routing table yang lengkap ke semua interface yang aktif setiap 30 detik. RIP hanya menggunakan jumlah hop untuk menentukan cara terbaik ke sebuah network remote , tetapi RIP secara default memiliki sejumah nilai jumlah hop maksimum yang diizinkan, yaitu 15 yang berarti 16 dianggab tidak terjangkau (unreachable).

RIP versi 1 menggunakan hanya classful routing, yang berarti semua alat di network harus menggunakan subnet mask yang sama. RIP versi 2 menyediakan sesuatu yang disebut prefix routing, dan bisa mengirimkan informasi subnet mask bersama dengan update-update dari route (classless routing).

RIP adalah routing vektor jarak-protokol, yang mempekerjakan hop sebagai metrik routing. Palka down time adalah 180 detik. RIP mencegah routing loop dengan menerapkan batasan pada jumlah hop diperbolehkan dalam path dari sumber ke tempat tujuan. Jumlah maksimum hop diperbolehkan untuk RIP adalah 15. Batas hop ini, bagaimanapun, juga membatasi ukuran jaringan yang dapat mendukung RIP. Sebuah hop 16 adalah dianggap jarak yang tak terbatas dan digunakan untuk mencela tidak dapat diakses, bisa dioperasi, atau rute yang tidak diinginkan dalam proses seleksi.

Awalnya setiap RIP router ditularkan pembaruan penuh setiap 30 detik. Pada awal penyebaran, tabel routing cukup kecil bahwa lalu lintas tidak signifikan. Seperti jaringan tumbuh dalam ukuran, bagaimanapun, itu menjadi nyata mungkin ada lalu lintas besar-besaran meledak setiap 30 detik, bahkan jika router sudah diinisialisasi secara acak kali. Diperkirakan, sebagai akibat dari inisialisasi acak, routing update akan menyebar dalam waktu, tetapi ini tidak benar dalam praktik. Sally Floyd dan Van Jacobson menunjukkan pada tahun 1994 bahwa, tanpa sedikit pengacakan dari update timer, penghitung waktu disinkronkan sepanjang waktu dan mengirimkan update pada waktu yang sama. Implementasi RIP modern disengaja memperkenalkan variasi ke update timer interval dari setiap router.

RIP mengimplementasikan split horizon, rute holddown keracunan dan mekanisme untuk mencegah informasi routing yang tidak benar dari yang disebarkan. Ini adalah beberapa fitur stabilitas RIP.

Dalam kebanyakan lingkungan jaringan saat ini, RIP bukanlah pilihan yang lebih disukai untuk routing sebagai waktu untuk menyatu dan skalabilitas miskin dibandingkan dengan EIGRP, OSPF, atau IS-IS (dua terakhir yang link-state routing protocol), dan batas hop parah membatasi ukuran jaringan itu dapat digunakan in Namun, mudah untuk mengkonfigurasi, karena RIP tidak memerlukan parameter pada sebuah router dalam protokol lain oposisi.

RIP dilaksanakan di atas User Datagram Protocol sebagai protokol transport. Menggunakan port 520.

Ada tiga versi dari Routing Information Protocol: RIPv1, RIPv2, dan RIPng.

7 LAYER OSI & LAYER PADA MODEL TCP/IP


 

OSI Model = model atau acuan arsitektural utama untuk network yang men deskripsi kan bagaimana data dan informasi network di komunikasikan dari sebuah aplikasi komputer ke aplikasi komputer lain melalui sebuah media transmisi.

 

 

 

 

 

 

 

LAYER PHYSICAL

• Mengirim bit dan menerima bit
• Berkomunikasi langsung dengan jenis media
transmisi
• Merepresentasikan bit ini tergantung dari media
dan protocol yang digunakan
– Menggunakan frekuensi radio
– State transition = perubahan tegangan listrik dari
rendah ke tinggi dan sebaliknya
• Menentukan kebutuhan listrik, mekanis,
prosedural dan fungsional, mempertahankan
dan menonaktifkan hubungan fisik antarsistem.

LAYER DATA LINK

• Menyediakan transmisi phisik dari data
• Menangani notifikasi error, topologi jaringan, flow control
• Memastikan pesan-pesan akan terkirim melalui alat yang
sesuai di LAN menggunakan hardware address (MAC)
• Media Access Control (MAC), 24 bit  vendor code dan 24
bit serial numbernya• Melakukan format pada pesan atau data menjadi
pecahan-pecahan (data frame)
• Menambahkan header yang terdiri dari alamat h/w
sources & destination (semacam informasi kontrol)
• Membentuk encapsulations yang membungkus data asli
• Encapsulations akan dilepas setelah paket di terima oleh
layer dibawahnya
• Layer inilah yang mengidentifikasi peralatan pada
network
• Pembungkusan ini akan berlanjut di hop lain sampai
paket sampai ke tujuan
• Paket tidak akan berubah sepanjang pengiriman

LAYER NETWORK

Tidak peduli dimana lokasi suatu host
berada & isi paket data yang dibawa,
karena L3 hanya peduli dengan network
itu berada dan cara terbaik untuk
mencapainya dan Menentukan lokasi
network
• Mengangkut lalu lintas antar peralatan
yang tidak terhubung secara lokal

 

LAYER TRANSPORT

• Melakukan segmentasi dan menyatukan
kembali data yang tersegmentasi (reassembling)
dari upper layer menjadi sebuah arus data yang
sama
• Menyediakan layanan tranportasi data ujung ke
ujung.
• Membuat sebuah koneksi logikal antara host
pengirim dan tujuan pada sebuah internetwork
• Bertanggung jawab menyediakan mekanisme
multiplexing
• Multiplexing = teknik untuk mengirimkan dan
menerima beberapa jenis data yang berbeda
sekaligus pada saat yang bersamaan melalui
sebuah media network saja.• Layer transport bersifat Connectionless /
Connection-oriented
• Akan membuat komunikasi yang
connection-oriented dengan membuat
sesion pada peralatan remote lain
• Proses 3 way-handshake

LAYER SESSION
– Mempertahankan data dari berbagai aplikasi
yang digunakan
– Contoh : OS dan Penjadwalan suatu aplikasi • Bertanggung jawab untuk membentuk,
mengelola, dan memutuskan sessionsession
antar-layer diatasnya.
• Kontrol dialog antar peralatan / node.
• Koordinasi antar sistem-sistem dan
menentukan tipe komunikasinya (simplex,
half dulplex, full duplex)
• Menjaga terpisahnya data dari banyak
aplikasi yang menggunakan jaringan
• Ex : SQL

LAYER PRESENTASI
– Bagaimana data di presentasikan
– Type data, enkripsi, visual images, dll
– Contoh : JPEG, GIF, ASCII, EBCDIC – Interface antara jaringan dan s/w aplikasi

LAYER APPLICATION

– Interface antara jaringan dan s/w aplikasi

– Contoh : Telnet, HTTP, FTP, WWW Browser,
SMTP Gateway / Mail Client (eudora, outlook,
thebat,…)

• Mengkomunikasikan service ke aplikasi
• Interface antara jaringan dengan aplikasi
sofware

 

Definisi Masing-masing Layer pada model TCP/IP

4. Application merupakan Layer paling atas pada model TCP/IP, yang bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi Stack Protocol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBios over TCP/IP (NetBT).

3. Transport berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Diagram Protocol (UDP).

2. Internet berfungsi untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP),Internet control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).

1. Network Interface berfungsi untuk meletakkan frame – frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), Man dan Wan (seperti halnya dial-up model yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM).  (http://aditsubang.wordpress.com/2010/05/02/pengertian-protokol-osi-layer-dan-tcp-ip/)

Paskibraka Perkapalan(SMKN 3 Buduran)-The Best Danton dan Juara 1 KIBAR 2010 SMA 6 SBY Se-Jawa dan Bali


Hari minggu tepatnya tanggal 21 November 2010. Paskibra Perkapalan (SMKN 3 Buduran Sidoarjo) meraih The best Danton (Komandan Peleton) dan Juara I se-Jawa Bali dalam Kompetisi Paskibra KIBAR 2010 yang diadakan oleh Paskibra SMAN 6 Surabaya. Syukur alhamdulillah Baca lebih lanjut

Lady Gaga – Alejandro (Kisah Video Alejandro)


Pernah Dengerin lagunya Lady Gaga?? yang judulnya Alejandro..? ” Don’t call my name.. Don’t call my name.. Alejandro.. ” kurang lebih seperti itu penggalan lirik lagu Alejandro dari Lady Gaga. Alejandro adalah single ketiga dari album kedua Lady Gaga “The Fame Monster”. Ditulis oleh Lady Gaga dan RedOne. Setiap lagu dalam album ini merupakan “ketakutan” dari beberapa “monster”. Lagu ini, dalam kata-kata Gaga merupakan Baca lebih lanjut

Desain WAN Sidoarjo (Ilustrasi)


tinggi BTS 40 m dengan daya pancar 20 km(minimal). Dibentuk suatu formasi dimana beberapa BTS ditempatkan pada titik lokasi tower yang sama. Kemudian penambahan antena pengarah, akan membagi sektor tersebut menjadi 3 sampai 6 area yang lebih jelas. Sehingga setiap daerah dapat beroperasi dengan frekuensi yang sama.