Media Transmisi Data


Data-data pada jaringan dapat ditransmisikan melalui 3

media :

Copper media (media tembaga)

Optical Media (media optik)

Wireless Media (media tanpa kabel)

Baca lebih lanjut

Iklan

Macam – Macam Teknik Hacking


Teknik – teknik dibawah ini adalah teknik yang paling banyak digunakan oleh seorang Hacker :

1. IP Spoofing

IP Spoofing juga dikenal sebagai Source Address Spoofing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker sehingga sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar network. Misalkan attacker mempunyai IP address type A 66.25.xx.xx ketika attacker melakukan serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C. IP Spoofing terjadi ketika seorang attacker ‘mengakali’ packet routing untuk mengubah arah dari data atau transmisi ke tujuan yang berbeda. Packet untuk routing biasanya di transmisikan secara transparan dan jelas sehingga membuat attacker dengan mudah untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Teknik ini bukan hanya dipakai oleh attacker tetapi juga dipakai oleh para security profesional untuk men tracing identitas dari para attacker. Baca lebih lanjut

Tentang FQDN


Fully Qualifed Domain Name (disingkat menjadi FQDN), dalam sistem penamaan domain Domain Name System (DNS) merujuk kepada nama bertitik yang dapat mengidentifikasikan sebuah host Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) di dalam jaringan dan Internet. FQDN juga sering disebut sebagai Absolute Domain Name. FQDN didiskusikan dalam RFC 1035, RFC 1123 dan RFC 2181.

Sebuah FQDN dari sebuah host mengandung nama host miliknya digabungkan dengan nama domain (dan subdomain) di mana host tersebut berada, yang kemudian dipisahkan dengan menggunakan tanda titik (.). FQDN umumnya digunakan di dalam Uniform Resource Locator (URL) yang digunakan untuk mengakses halaman web di dalam jaringan dan Internet dan membuat path absolut terhadap ruang nama (namespace) DNS ke host target di mana halaman web tersebut berada. FQDN berbeda dengan nama domain biasa karena FQDN merupakan nama absolut dari domain, sehingga sufiks domain tidak perlu ditambahkan.

Contoh FQDN: untuk sebuah nama FQDN id.wikipedia.org, dapat diambil pernyataan bahwa id merupakan nama host, dan wikipedia.org merupakan nama domain-nya. Panjang maksimum dari FQDN adalah 255 bita.

 

Sumber : http://volkshymne.blogspot.com/

Tentang DNS


Domain Name System.

Pengertian umum dari DNS atau Domain Name Server, adalah : DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

— id.wikipedia.com

Baca lebih lanjut

7 LAYER OSI & LAYER PADA MODEL TCP/IP


 

OSI Model = model atau acuan arsitektural utama untuk network yang men deskripsi kan bagaimana data dan informasi network di komunikasikan dari sebuah aplikasi komputer ke aplikasi komputer lain melalui sebuah media transmisi.

 

 

 

 

 

 

 

LAYER PHYSICAL

• Mengirim bit dan menerima bit
• Berkomunikasi langsung dengan jenis media
transmisi
• Merepresentasikan bit ini tergantung dari media
dan protocol yang digunakan
– Menggunakan frekuensi radio
– State transition = perubahan tegangan listrik dari
rendah ke tinggi dan sebaliknya
• Menentukan kebutuhan listrik, mekanis,
prosedural dan fungsional, mempertahankan
dan menonaktifkan hubungan fisik antarsistem.

LAYER DATA LINK

• Menyediakan transmisi phisik dari data
• Menangani notifikasi error, topologi jaringan, flow control
• Memastikan pesan-pesan akan terkirim melalui alat yang
sesuai di LAN menggunakan hardware address (MAC)
• Media Access Control (MAC), 24 bit  vendor code dan 24
bit serial numbernya• Melakukan format pada pesan atau data menjadi
pecahan-pecahan (data frame)
• Menambahkan header yang terdiri dari alamat h/w
sources & destination (semacam informasi kontrol)
• Membentuk encapsulations yang membungkus data asli
• Encapsulations akan dilepas setelah paket di terima oleh
layer dibawahnya
• Layer inilah yang mengidentifikasi peralatan pada
network
• Pembungkusan ini akan berlanjut di hop lain sampai
paket sampai ke tujuan
• Paket tidak akan berubah sepanjang pengiriman

LAYER NETWORK

Tidak peduli dimana lokasi suatu host
berada & isi paket data yang dibawa,
karena L3 hanya peduli dengan network
itu berada dan cara terbaik untuk
mencapainya dan Menentukan lokasi
network
• Mengangkut lalu lintas antar peralatan
yang tidak terhubung secara lokal

 

LAYER TRANSPORT

• Melakukan segmentasi dan menyatukan
kembali data yang tersegmentasi (reassembling)
dari upper layer menjadi sebuah arus data yang
sama
• Menyediakan layanan tranportasi data ujung ke
ujung.
• Membuat sebuah koneksi logikal antara host
pengirim dan tujuan pada sebuah internetwork
• Bertanggung jawab menyediakan mekanisme
multiplexing
• Multiplexing = teknik untuk mengirimkan dan
menerima beberapa jenis data yang berbeda
sekaligus pada saat yang bersamaan melalui
sebuah media network saja.• Layer transport bersifat Connectionless /
Connection-oriented
• Akan membuat komunikasi yang
connection-oriented dengan membuat
sesion pada peralatan remote lain
• Proses 3 way-handshake

LAYER SESSION
– Mempertahankan data dari berbagai aplikasi
yang digunakan
– Contoh : OS dan Penjadwalan suatu aplikasi • Bertanggung jawab untuk membentuk,
mengelola, dan memutuskan sessionsession
antar-layer diatasnya.
• Kontrol dialog antar peralatan / node.
• Koordinasi antar sistem-sistem dan
menentukan tipe komunikasinya (simplex,
half dulplex, full duplex)
• Menjaga terpisahnya data dari banyak
aplikasi yang menggunakan jaringan
• Ex : SQL

LAYER PRESENTASI
– Bagaimana data di presentasikan
– Type data, enkripsi, visual images, dll
– Contoh : JPEG, GIF, ASCII, EBCDIC – Interface antara jaringan dan s/w aplikasi

LAYER APPLICATION

– Interface antara jaringan dan s/w aplikasi

– Contoh : Telnet, HTTP, FTP, WWW Browser,
SMTP Gateway / Mail Client (eudora, outlook,
thebat,…)

• Mengkomunikasikan service ke aplikasi
• Interface antara jaringan dengan aplikasi
sofware

 

Definisi Masing-masing Layer pada model TCP/IP

4. Application merupakan Layer paling atas pada model TCP/IP, yang bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi Stack Protocol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBios over TCP/IP (NetBT).

3. Transport berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Diagram Protocol (UDP).

2. Internet berfungsi untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP),Internet control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).

1. Network Interface berfungsi untuk meletakkan frame – frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), Man dan Wan (seperti halnya dial-up model yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM).  (http://aditsubang.wordpress.com/2010/05/02/pengertian-protokol-osi-layer-dan-tcp-ip/)

Desain WAN Sidoarjo (Ilustrasi)


tinggi BTS 40 m dengan daya pancar 20 km(minimal). Dibentuk suatu formasi dimana beberapa BTS ditempatkan pada titik lokasi tower yang sama. Kemudian penambahan antena pengarah, akan membagi sektor tersebut menjadi 3 sampai 6 area yang lebih jelas. Sehingga setiap daerah dapat beroperasi dengan frekuensi yang sama.