Apa Salahku???


Langit malam bertabur seribu bintang. Semilir angin berhembus menembus kegelapan. Menemani Shinta yang sedang menangisi sesuatu, mungkin seseorang. Tak ada yang tahu tangisan Shinta. Kalaupun ada yang tahu, hanya malam yang jadi saksi bisu.
“Wooooahh!!”Anistha menguap
Uapan saudaranya itu membuat Shinta buru-buru mengusap air matanya. Sadar kalau ada seseorang di bangku ayunan, Anistha menghampirinya sambil komat-kamit.”Aku harap bukan kuntilanak, bukan kuntilanak, bukan…”
“Ngapain kamu komat-kamit gak jelas gitu??”tanya Shinta
“Eh!!,kamu Ta!bikin kaget aja!kirain kuntilanak…”celetuk Anistha
“Kuntilanak pale lu!!orang cantik kayak gini dibilang kuntilanak!”
“Kali aja kuntilanaknya pada ngikutin trend jaman sekarang!”
“Udah ah!ngomongin kuntilanaknya!”
“Oke deh..habisnya sih!nggak biasanya kamu sendirian di sini, ada apa sih??pake matanya berair lagi..habis nangus yah??”Anistha penasaran.
“Tapi janji ya, kamu nggak bakalan crita hal ini ke mama sama papa”
“Janji!!”mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya

Baca lebih lanjut