KEWIRAUSAHAAN


BAB IV

Kompetensi Dasar : Mengembangkan semangat wirausaha

Kegiatan Kompetensi : 1. Kreativitas, Inovasi, dan motivasi

2. Produktifitas, efektifitas, dan efisiensi

  1. Pengertian Inovasi, kreativitas, dan motivasi

  1. Inovasi

Adalah penerapan secara praktis gagasan yang kreatif. Inovasi sudah dikenal sebagai salah salah satu fungsi penting dalam proses kewirausahaan. Inovasi merupakan salah satu proses mengubah peluang menjadi gagasan dan ide-ide yang dapat dijual. Seorang wirausaha dikenal mempunyai kemampuan menggabungkan imanjinasi dan pikiran kreatif secara sistematis dan logis adalah seorang wirausaha yang berinovasi tinggi. Kombinasi itu menjadi bekal penting bagi keberhasilan berwirausaha. Adanya inovasi merupakan salah satu hal yang sangat penting di dalam proses produksi dan pelayanan. Oleh karena itu, jika seorang wirausahawan ingin sukses di dalam usahanya, ia harus membuat produk-produknya dengan inovasi baru.

Ada beberapa hal yang harus dijadikan dasar untuk meningkatkan kemampuan inovasi produk dan pelayanannya, yaitu :

  1. Berorientasi kepada tindakan untuk berinovasi

  2. Buatlah produk secara inovatif dengan proses sederhana, mudah dipahami dan dikerjakan.

  3. Mulailah membuat produk dengan inovasi yang terkecil

  4. Menentukan tujuan dalam berinovasi

  5. Menjalankan uji coba dan merevisinya

  6. Mulailah belajar berinovasi dari pengalaman

  7. Mengikuti jadwal yang sudah ditentukan di dalam berinovasi

  8. Menghargai karyawan yang memiliki gagasan inovatif

  9. Mempunyai keyakinan dan kerja-kerja dengan inovasi dan resiko

  1. Kreativitas

Sifat keorisinilan seorang wirausaha menuntut adanya kreativitas dalam pelaksanaan tugasnya. Kreativitas menghadirkan suatu gagasan baru bagi Anda. Inovasi adalah penerapan secara praktis gagasan yang kreatif. (Carol Kinsey Goman, 1991:2). Kreativitas diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru. Produk baru tidak perlu seluruhnya baru, tetapi dapat merupakan bagian-bagian produk saja. Kreativitas juga merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesutau yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relative berbedad dengan apa yang ada sebelumnya.

Berdasarkan analisis factor, Guilforrd menemukan bahwa ada lima sifat yang menjadi ciri kemampuan berpikir kreatif, yaitu kelancaran, keluwesan, keaslian, penguraian, dan perumusan kembali.

Kelancaran adalah kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan. Keluwesan adalah kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah. Orisininalitas adalah kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara yng asli, tidak klise. Elborasi adalah menguraikan sesuatu secara terinci. Redefinisi adalah meninjau suatu persoalan berdasarkan prespektif yang berbeda dengan apa yang diketahui oleh banyak orang.

  • Hubungan Kreativitas dengan intelegensi

Kreativitas dan intelegensi memiliki perbedaan. Orang syang kreatif belum tentu intelegensinya tinggi, dan sebaliknya. Para peneliti membuat empat variasi tentang hubungan kreativitas dengan intelegensi, yaitu :

  1. Kreativitas rendah, intelegensi rendah c. Kreativitas rendah, intelegensi tinggi

  2. Kreativitas tinggi, intelegensi tinggi d. Kreatvitas tinggi, intelegensi rendah

Bagi kalangan wirausaha, tingkat kreativitas ini akan sangat menunjang kemajuan bisnisnya. Hal ini dapat dilihat pada masyarakat Jepang. Orang Jepang sangat terkenal dengan keuletan mereka sehingga mereka mengalami kemajuan luar biasa setelah PD II. Apa rahasia orang Jepang tersebut? Apabila kreativitas diartikan sebagai kemampuan menciptakan kombinasi-kombinasi baru dari hal-hal yang sudah ada sehingga menghasilkan sesuatu yang baru, maka orang Jepang adalah ahlinya. Juga kemampuan member makna terhadap sesuatu yang berarti sehingga menjadi lebih berarti. Mereka adalah tipe pekerja keras. Keuntungan dan uang lebih penting, tetepi tidak lebih penting dari usaha kerja keras. Perilaku positif orang Jepang sangat menunjang keberhasilan bisinis mereka.

  • Ciri-ciri wirausaha yang kreatif

  1. Pintar tetapi tidak harus brilian

  2. Berkemampuan dalam menjalankan ide-ide yang berbeda dalam waktu yang singkat

  3. Memiliki pandangan yang positif terhadap diri sendiri

  4. Peka terhadap lingkungan dan perasaan orang-orang sekitarnya

  5. Termotivasi oleh masalah-masalah yang menantang

  6. Dapat memendam keputusan sampai cukup fakta-faktanya terkumpul

  7. Menghargai kebebasan dan tidak hanya memerlukan persetujuan teman-temannya

  8. Fleksibel

  9. Lebih mementingakan arti dan implikasi sebuah problem daripada detailnya.

  1. Motivasi

Motivasi dimaksudkan untuk menimbulkan semangat kerja atau suasana sedemikian rupa sehingga karyawan melaksanakan pekerjaan dengan penuh gairah. Bagi tiap karyawan motivasi ini tidak sama karena adanya perbedaan tujuan dan kebutuhan masing-masing karyawan untuk bekerja. Keberkatkan hasilan seorang pemimpin membangkitkan gairah kerja tergantung kemampuannya untuk memahami kebutuhan, emosi, dan gagasan karyawan.

Motivasi yang diberikan mungkin berupa insentif yang dapat dinilai dengan uang atau yang tidak dapat dinilai dengan utaang, di antaranya berupa:

1.Gaji/upah yang layak 6. Kondisi lingkungan yang baik

2.Pekerjaan yang menarik 7. Tata tertib dan disiplin yang bijaksana

3.Kesempatan naik pangkat 8. Setia kawan antar karyawan

4.Diserahi tanggung jawab 9. Jaminan pekerjaan yang tetap

5.Penghargaan atas pekerjaan yang diselesaikan

Jika perusahaan maju, karyawan ikut maju dan jika perusahaan ambruk, otomatis karyawan akan ikut kena getahnya. Kegairahan kerja akan muncul jika pimpinan mau menghargai prestasi karyawan, penuh pengertian, simpatik, jujur, dan tidak mementingkan diri sendiri. Dalam hal ini pendekatan dari hati ke hati akan sangat menolong.

  • Tujuan motivasi

    1. Untuk mengubah perilaku pegawai sesuai dengan keinginan

    2. Meningkatkan gairah kerja

    3. Meningkatkan disiplin kerja

    4. Menjaga kestabilan

    5. Untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai

    6. Untuk menongkatkan prestasi pegawai

    7. Mempertinggi moral pegawai

    8. Mempertinggi rasa tanggung jawab pada tugas

    9. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi

    10. Memperdalam kecintaan pegawai pada pekerjaannya

    11. Untuk memperbesar partisipasi pegawai

  • Alat-alat motivasi

  1. Material insentif, yaitu imbalan prestasi berupa upah, barang, dan sejenisnya

  2. Nonmaterial insentif, imbalan prestasi yang tidak berbentuk materi, melainkan penempatan yang tepat, latihan yang sistematis, promosi yang objektif, pekerjaan yang terjamin, piagam penghargaan, bintang jasa, dan pengakuan yang wajar.

  • Jenis-jenis motivasi

  1. Motivasi positif, suatu dorongan yang bersifat positif, artinya jika pegawai yang menghasikan prestasi di atas standar, ia diberi insentif berupa hadiah.

  2. Motivasi negatif, adalh mendorong bawahan dengan ancaman hukuman, artinya jika prestasi kurang dari standar akan dikenakan hukuman, sedangkan jika prestasinya di atas standar tidak diberi hadiah.

  1. Pengertian Produktivitas, Efektivitas, dan Efisiensi

  1. Produktivitas

Ada yang menyatakan bahwa produktivitas ialah kuantitas atau volume dari produk atau jasa yang dihasilkan. Akan tetapi, banyak pandangan menyatakan bahwa produktivitas bukan hanya kuantitas, tetapi juga kualitas produk yang dihasilkan, yang harus juga dipakai sebagai pertimbangan mengukur tingkat produktivitas. Dalam menentukan produktivitas tidak hanya dilihat dari faktor kuantitas saja, tetapi juga faktor kualitasnya. Jika seseorang menghasilkan 20 unit produk bulan yang lalu, dan sekarang menghasilkan 22 unit, maka dikatakan produktivitasnya naik, dengan kualitas yang lebih baik, maka dikatakan produktivitasnya juga meningkat.

Ada tiga ukuran produktvitas yang harus dipertimbangkan dalam mengelola organisasi, yaitu:

  1. Untuk tujuan strategi, apakah organisasi sudah benar, sesuai dengan apa yang telah digariskan.

  2. Efektifitas, sampai tingkat manakah tujuan itu sudah dcapai dalam arti kuantitas dan kualitas.

  3. Efisiensi, bagaimana perbandingan output dibagi input, dimana pengukuran output termasuk di dalamnya kuantitas dan kualitas.

Ada tiga kekuatan internal yang berpengaruh pada produktivitas, yaitu :

  1. Managerial Processes, menyangkut perihal merencanakan organisasi, mengintegrasi, dan mengawasi segala kegiatan. Jika organisasi strukturnya tidak benar, pekerjaan aemrawut, pengawasan lemah, maka tingkat produktivitasnya akan menurun.

  2. Managerial Leadership, berhubungan dengan tujuan perusahaan, penyediaan kondisi kerja, ruangan, ventilasi, peralatan, yang dapat mendorong pekerja bekerja lebih giat dan semangat.

  3. Motivation, yaitu faktor-faktor yang dapat memotivasi karyawan untuk bekerja lebih produktif, meningkatkan prestasi, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan efisiensi.

Kemudian ada tiga kekuatan eksternal yang juga mempengaruhi yaitu :

  1. Government Regulation, yaitu peraturan-peratuaran yang dibuat oleh pemerintah. Hal ini dapat menurunkan, maupun meningkatkan produktivitas.

  2. Union, organisasi karyawan, serikat pekerja. Hal ini juga dapat menurunkan, maupun meningkatkan produktivitas. Dalam hal ini harus dijaga bagaimana dapat terjalin hubungan harmonis antara manajemen dengan karyawan melalui serikat pekerja.

  3. Innovation, menyangkut penemuan baru dalam bidang teknologi yang menyebabkan alat produksi lama menjadi kuno, tidak efisien, ketinggalan mode. Siapa yang lebih cepat menerapkan teknologi baru, biasanya akan mendahului para pesaingnya dan dapat memenangkan persaingan yang terjadi di pasar.

Oleh Kelompok 4 : X-TKJ

  1. Angga Ariyanto

  2. Annisa Ismundari

  3. Candra Budi .S

  4. Eryc Bagus I

  5. Sando Dimas .P

  6. Yunita Wahyu .R

SMK Negeri 3 Buduran

2008-2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s